Rating Thread:
  • 1 Suara - 1 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Metrik Penting Untuk Menganalisa Performance Email Marketing Kamu
#1
1. Open Rate

Open Rate adalah persentase siapa yang menerima email kamu dan membukanya.

Hal pertama yang harus kamu pikir setelah mengirim kampanye email adalah apakah email yang kamu kirim akan di oleh si penerima email?.  Itu adalah metrik untuk mengetahui Open Rate kamu.

Setiap email marketer harus ingat bahwa email yang "dibuka" hanya jika pelanggan menerima gambar yang disertakan di dalamnya. Ini artinya bahwa jika pengguna email telah mengaktifkan pemblokiran gambar di klien email mereka, dan tidak akan dihitung dalam tarif terbuka. Akibatnya, hasil yang kamu dapat mungkin agak tidak bisa diandalkan.

Meskipun demikian, ini adalah metrik yang penting jika kamu memamkainya sebagai metrik komparatif. Maksud saya, jika kamu membandingkan tingkat buka email yang dikirim minggu lalu dan minggu ini, ini akan menjelaskan seberapa reseptif pelangganmu terhadap email kamu.


2. Click Through Rate (CTR)

CTR adalah persentase pelanggan yang mengklik link website kamu di email yang merupakan rasio klik-tayang atau CTR Click Throuh Rate.

Rasio klik-tayang atau Click Through Rate (CTR) = (klik total atau klik unik / jumlah email terkirim) x 100

Misalnya: Saat kamu kirim email ke 20.000 pelanggan dan mendapatkan 2.000 klik, rasio klik-tayang adalah 10% (2.000 / 20.000 * 100).

Rasio klik-tayang atau Click Through Rate (CTR) adalah sebuah metrik penting karena memberi kamu gambaran bagaimana keterlibatan pelanggan. Rasio CTR kamu berbanding lurus dengan jumlah orang yang tertarik mendengar dari kamu. Lebih tinggi, lebih baik!

3. Bounce Rate

Persentase email yang gagal terkirim ke kotak masuk penerima disebut bounce rate.

Rasio pentalan/Bounce Rate = (jumlah total email pentalan / jumlah email terkirim) * 100

Misalnya: Jika kamu mendapatkan 40 bounce rate dan 40.000 email terkirim, rasio bounce ratenya adalah 0,1% (40 / 40.000 * 100)

Bounce terdiri dari dua jenis utama diantaranya adalah hard bounce dan soft bounce. Sementara soft bounce menunjukkan kegagalan sementara untuk mengirim email, hard bounce adalah hasil dari kiriman email ke alamat yang tidak valid, tertutup, atau tidak ada.

Misalnya: Jika pengguna salah memberikan alamat email feri@gmai.com alih-alih, email tersebut akan dikembalikan ke akun bounce rate. Di sisi lain, jika ada masalah sementara dengan server penerima, ini akan dihitung sebagai soft bounce.

Kebanyakan ESP secara otomatis menghapus hard bounce. Sejauh menyangkut soft bounce, ESP akan mencoba mengirim email lagi dan jika masih gagal terkirim, itu akan dianggap hard bounce dan dihapus.

Bounce rate tidak mempengaruhi kinerja email kamu sendiri, tetapi kamu juga harus tetap memperhatikan metrik ini. Mendapatkan terlalu banyak hard bounce dapat menghambat reputasi pengiriman kamu dan membuat kamu tampil sebagai spammer untuk ESP.

4 Unsubscribe Rate

Persentase pelanggan email yang berhenti berlangganan dari daftar dan mereka memilih keluar dari komunikasi apa pun di masa mendatang dikenal sebagai unsubscribe rate.

Penerima email yang berhenti berlangganan menunjukkan jumlah pelanggan yang tidak lagi tertarik untuk mendengar kabar dari kamu. Meskipun itu sendiri merupakan peristiwa yang tidak menguntungkan, berhenti berlangganan baik untuk kesehatan daftar email kamu karena membantu menyingkirkan pelanggan yang tidak terlibat.

5. Conversion Rate

Persentase penerima email yang melakukan tindakan yang diinginkan setelah mengklik link email dikenal sebagai tingkat konversi.

Dengan kata lain, jika tujuan email kamu adalah untuk membuat orang untuk membaca informasi di website yang kamu berikan akan menjadi tingkat konversi kamu.

Rasio konversi = (jumlah orang yang menyelesaikan tindakan yang diinginkan / jumlah email yang dikirim) * 100

Misalnya: Jika 50 orang mengambil tindakan melalui email kamu yang dikirim ke 50.000 pelanggan, rasio konversinya adalah 0,1% (50 / 50.000 * 100).

Rasio konversi kamu adalah metrik yang paling penting karena secara langsung berkaitan dengan jumlah orang yang menindaklanjuti CTA Anda.

Pastikan kamu membuat kode UTM (URL pelacakan unik) untuk semua tautan email kamu dan mengintegrasikan platform email ke dalam analisis web kamu. Alat Pembuat URL Kampanye Google memungkinkan kamu dengan mudah menambahkan parameter kampanye (UTM) ke URL Anda sehingga Anda dapat melacaknya di Google Analytics. Ini akan membantu kamu mengenali sumber klik dan kampanye kamu.
Reply
#2
Wah makasih sudah berbagi ilmu...
Reply


Forum Jump:


Pengguna yang menjelajahi thread ini: 1 Tamu